Kontak

Kontak

Kritik & Saran

Pantai Seger Mandalika

Selamat Sore yu jalan jalan ke Lombok sekarang kia akan bahas salah satu pantai di lombok yaitu Pantai Seger Mandalika, Pukul 05.30 dini hari sinar Matahari yang belum merekah sempurna mengantar penduduk bersusul-susulan menuju sebuah pantai. Mereka siap dengan alat tangkap tradisional yang digenggam di tangan kanan dan kiri. Baju disisingkan, celana digulung, kemudian diceburkanlah kedua kaki mereka ke dalam air laut. Seketika, Pantai Seger yang tempo hari terlihat tenang pun mendadak ramai oleh warga yang mencari cacing laut warna-warni atau yang dikenal dengan nyale. Penduduk setempat menyebut ini dengan tradisi bau nyale.

Tradisi yang melibatkan cerita Putri Mandalika itu kerap dikaitkan dengan Pantai Seger sehingga hampir setiap tahun tradisi bau nyale dilakukan di tempat ini. Sang putri yang cantik jelita dipinang oleh banyak pangeran namun ia menerima semua lamaran tersebut. Setelah keputusan itu dipermasalahkan oleh kerajaan, Putri Mandalika melakukan semedi. Ia pun siap mengambil tindakan dengan mengumpulkan semua pangeran yang meminangnya di Pantai Seger, tepat tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak. Seluruh pangeran dan tamu undangan harus datang sebelum Matahari memancarkan sinarnya di ufuk timur.

Pada hari yang telah ditentukan, putri justru mengumumkan bahwa ia tidak dapat memilih satu pangeran pun. Belum sempat ayah dan ibunya berkata-kata, Putri Mandalika tiba-tiba menceburkan diri ke laut. Ia menghilang tanpa jejak dan tak lama kemudian muncullah binatang yang berbentuk nyale. Hingga kini masyarakat Sasak percaya bahwa nyale merupakan jelmaan Putri Mandalika.
Hari ini Pantai Seger bersama Pantai Kuta dan Tanjung Aan menjadi kawasan wisata terpadu yang disebut dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Lokasinya terletak di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Area ini digodok khusus untuk industri agro dan industri ekowisata sejak 2014.

 

 

 

Terdapat dua area yang diberlakukan yaitu area fasilitas publik dan fasilitas hotel. Area fasilitas publik diciptakan agar pengunjung yang tidak menginap tetap dapat berwisata dan menikmati fasilitas yang ada serta turut serta dalam tradisi budaya, sementara area fasilitas hotel dirancang khusus untuk menampung puluhan hotel yang akan dibangun. Cottage-cottage akan didesain mengadopsi nilai-nilai budaya dan struktur rumah Sasak. Bahkan klasifikasi pengunjung yang terdiri dari berbagai kelas, diharapkan berujung pada adaptasi kamar hotel yang dibagi berdasarkan kelas dan kemampuan pengunjung. Hal ini merupakan refleksi dari nilai yang terkandung dalam cerita Putri Mandalika bahwa keadilan adalah segala-galanya.

Tradisi bau nyale bagi para arsitek adalah inspirasi untuk tetap mengadopsi nilai-nilai lokal ke dalam sebuah bangunan berfasilitas modern. Lebih jauh dari itu, bagi para petani sasak, bau nyale merupakan indikator curah hujan yang akan berpengaruh bagi hasil panen mereka. Bagi muda-mudi, bau nyale sekaligus menjadi ajang pertemuan antara pria dan wanita dari seluruh Lombok. Ini menjadi momen yang sangat penting mengingat banyaknya desa-desa yang terisolasi sehingga sering terjadi pernikahan antar sepupu.

 

 

Sementara itu bagi wisatawan, bau nyale merupakan nyawa yang melengkapi pesona di Pantai Seger. Perairan yang tenang serta bukit-bukit hijaunya yang terlihat segar adalah beberapa contoh lain daya tarik Pantai Seger. Sirkulasi pengunjung maupun tamu hotel diarahkan melewati bukit-bukit ini, sehingga ketika mereka menaiki puncaknya maka terlihatlah dua jenis pasir yang berbeda yaitu pasir putih dan butiran pasir merica. Gabungan keduanya merupakan ciri khas pantai ini yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Di tengah laut tampak batu karang yang seringkali disebut dengan Batu Tengkong (Batu Jamur). Anda dapat mencapainya saat laut dalam keadaan surut.

 

Dari bukit yang sama, Anda akan melihat betapa tenangnya suasana pantai ini. Sekelilingnya yang berupa area sawah hijau menyempurnakan atmosfernya. Air laut Pantai Seger memang tenang, menariknya, terdapat juga sisi pantai yang menawarkan ombak menantang bagi para pecinta surfing. Karakter pantai seperti ini juga dimiliki oleh pantai-pantai di sekitarnya seperti Tanjung Aan dan Tanjung Bunut.

Kegiatan
Pantai Seger memiliki area yang luas sehingga Anda bisa leluasa bermain di sini. Sisi perairan yang tenang tepat untuk dijadikan area snorkeling, sementara sisi yang memiliki ombak besar adalah tantangan yang sering diincar-incar para peselancar. Beberapa peselancar bahkan lebih menyukai surfing di sini dibandingkan dengan di Pantai Kuta Lombok karena pemandangannya yang cantik.

Resapi suasana tenang dengan duduk di warung-warung yang terdapat di pinggirnya. Anda dapat menikmati cuaca cerah di sini sambil menyesap segarnya air kelapa murni. Beranjak dari situ, tidak lengkap apabila Anda tidak menaiki bukit-bukit di sekitarnya. Bukit tersebut ramah didaki dan memiliki kesulitan rendah, Anda hanya butuh waktu 10-15 menit untuk sampai di puncaknya.

 

 

Baik dengan kendaraan ataupun berjalan kaki, Anda dapat mengeksplor lebih luas kawasan Pantai Seger. Sekira 15 menit dari area pantai, terdapat sebuah monumen yang berhubungan dengan legenda suku sasak. Monumen ini terdiri dari satu patung wanita dan tiga orang pria yang ditafsirkan sebagai Putri Mandalika dan pangeran-pangeran yang meminangnya. Tidak jauh dari situ terdapat jembatan yang dibangun di atas sungai, jembatan menghubungkan Pantai Seger dan Pantai Mandalika.

 

Untuk melihat meriahnya sekaligus turut berpatisipasi dalam tradisi bau nyale, Anda perlu merencanakan perjalanan di bulan Februari. Anda tidak bisa membuat jadwal perjalanan dari beberapa bulan sebelumnya, ini karena penanggalan bau nyale baru bisa diprediksi sekira bulan Januari karena diperlukan kesepakatan tetua adat berdasarkan penanggalan Sasak untuk menetapkannya.


Transportasi

Jarak dari Bandara Internasional Lombok ke Pantai Seger sekira 21 kilometer dan membutuhkan waktu 45 menit untuk mencapainya. Tidak ada kendaraan umum yang bisa mengantar tepat sampai Pantai Seger sehingga Anda dapat menyewa taksi, mobil ataupun motor jika ingin menekan biaya. Penyewaan motor sekira Rp50 ribu per hari.

Disarankan untuk menyatukan 3-4 destinasi sekaligus dalam kunjungan ke Lombok Tengah seperti ke Pantai Seger, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta, Pantai Batu Payung atau Pantai Mawun.

 


Yang Dapat Dilakukan

Pantai Seger memiliki area yang luas sehingga Anda bisa leluasa bermain di sini. Sisi perairan yang tenang tepat untuk dijadikan area snorkeling, sementara sisi yang memiliki ombak besar adalah tantangan yang sering diincar-incar para peselancar. Beberapa peselancar bahkan lebih menyukai surfing di sini dibandingkan dengan di Pantai Kuta Lombok karena pemandangannya yang cantik.

Resapi suasana tenang dengan duduk di warung-warung yang terdapat di pinggirnya. Anda dapat menikmati cuaca cerah di sini sambil menyesap segarnya air kelapa murni. Beranjak dari situ, tidak lengkap apabila Anda tidak menaiki bukit-bukit di sekitarnya. Bukit tersebut ramah didaki dan memiliki kesulitan rendah, Anda hanya butuh waktu 10-15 menit untuk sampai di puncaknya.

Baik dengan kendaraan ataupun berjalan kaki, Anda dapat mengeksplor lebih luas kawasan Pantai Seger. Sekira 15 menit dari area pantai, terdapat sebuah monumen yang berhubungan dengan legenda suku sasak. Monumen ini terdiri dari satu patung wanita dan tiga orang pria yang ditafsirkan sebagai Putri Mandalika dan pangeran-pangeran yang meminangnya. Tidak jauh dari situ terdapat jembatan yang dibangun di atas sungai, jembatan menghubungkan Pantai Seger dan Pantai Mandalika.

Untuk melihat meriahnya sekaligus turut berpatisipasi dalam tradisi bau nyale, Anda perlu merencanakan perjalanan di bulan Februari. Anda tidak bisa membuat jadwal perjalanan dari beberapa bulan sebelumnya, ini karena penanggalan bau nyale baru bisa diprediksi sekira bulan Januari karena diperlukan kesepakatan tetua adat berdasarkan penanggalan Sasak untuk menetapkannya.

Tips dan Saran
 

  • Apabila tidak berencana menginap di sekitar KEK Mandalika, Anda disarankan pulang sebelum jam 6 sore.
  • Pastikan selalu membawa sunblock dan penutup kepala karena baik saat musim penghujan ataupun kemarau, Matahari sangat menyengat di sini.
  • Bagi para penggiat surfing, disarankan mengunjungi Pantai Seger pada bulan Juli-Agustus untuk mendapatkan ombak yang ideal untuk surfing.

 


Lain-lain

Waktu Kunjung Terbaik: Setiap Waktu
Pemandu: Tersedia
Waktu Operasional: Setiap Hari

 

Sumber : Pesona Indonesia